ALQuran SelulerALQuran SelulerALQuran Seluler

Layanan SMS berisi pesan pribadi dari para nara sumber, yaitu para penceramah kondang dari kalangan Muslim di Indonesia

Aa GYMREG <spasi> GYM
kirim sms ke 4209

Untuk terima SMS harian langsung dari Aa -Gym mengenai ayat-ayat AL-Quran

Arifin IlhamREG <spasi> ARIFIN
kirim sms ke 4209

Untuk terima SMS harian langsung dari Arifin Ilham mengenai ayat-ayat AL-Quran

Ihsan TandjungREG <spasi> IHSAN
kirim sms ke 4209

Untuk terima SMS harian langsung dari Ihsan Tandjung mengenai ayat-ayat AL-Quran

DidinREG <spasi> DIDIN
kirim sms ke 4209

Untuk terima SMS harian langsung dari Didin Hafidhuddin mengenai ayat-ayat AL-Quran

LutfiahREG <spasi> Lutfiah
kirim sms ke 4209

Untuk terima SMS harian langsung dari Lutfiah Sungkar mengenai ayat-ayat AL-Quran

WijayantoREG <spasi> wj
kirim sms ke 4209

Untuk terima SMS harian langsung dari Wijayanto mengenai ayat-ayat AL-Quran


Muslim Sejati

Kategori: Nasional | 01 Pebruari 2008 16:27:49

Pemahaman keagamaan dan keberagamaan masyarakat muslim Indonesia masih belum menggambarkan seperti yang diharapkan. Hal ini karena kurangnya perhatian dan upaya pembinaan umat serta peningkatan kwalitas kehidupan beragama dalam aspek yang menyeluruh. Sehingga yang nampak adalah suatu fenomena munculnya pemahaman agama yang eksklusif, cenderung radikal dan tertutup, sementara di sisi lain terjadi kerusakan moral dan akhlak yang menggoyahkan sendi-sendi kehidupan sebagai bangsa yang beradab dan beragama.

Pemahaman keagamaan dan keberagamaan masyarakat muslim Indonesia masih belum menggambarkan seperti yang diharapkan. Hal ini karena kurangnya perhatian dan upaya pembinaan umat serta peningkatan kwalitas kehidupan beragama dalam aspek yang menyeluruh. Sehingga yang nampak adalah suatu fenomena munculnya pemahaman agama yang eksklusif, cenderung radikal dan tertutup, sementara di sisi lain terjadi kerusakan moral dan akhlak yang menggoyahkan sendi-sendi kehidupan sebagai bangsa yang beradab dan beragama, hal tersebut disampaikan Menteri Agama (Menag) Muhammad Maftuh Basyuni saat
membuka semiloka “Prototipe Islamic Centre (IC) di Indonesia” di Masjid Istiqlal Jakarta, Kamis (31/1) yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia.

Pengajaran ilmu-ilmu di lembaga pendidikan seharusnya tidak memisahkan antara ilmu-ilmu agama dan umum (dikotomi ilmu), karena hal tersebut merupakan bentuk sekularisme. Akan tetapi sebaliknya hendaknya kaum muslimin saat ini mencontoh masa kejayaan Peradaban Islam yang pernah berjaya selama lima abad silam antara lain karena tidak ada dikotomi antara ilmu umum dan agama.

Agama sebagai sistem nilai tidak cukup hanya menjadi topik kajian dan objek studi semata. Tetapi ajaran agama secara keseluruhan haruslah dipahami dan diamalkan oleh setiap individu, keluarga dan masyarakat serta menjiwai segenap sisi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dengan adanya sekularisasi yang memisahkan paham agama dengan berbagai bidang kehidupan lainnya, maka terjadi pula proses dikotomisasi pula antara ilmu pengetahuan umum dengan ilmu agama. Sehingga yang terjadi adalah Islam hanya dipahami oleh kiyai atau santri saja, sedang tehnologi hanya diketahui oleh orang-orang tehnokrat saja.

Demikian halnya bila terjadi pemisahan antara paham agama dengan berbagai bidang kehidupan, maka yang terlihat adalah Islam hanya ada di masjid ataupun majelis-majelis taklim, dan tidak nampak tergambar Islam pada kehidupan mereka.

Pemandangan yang nampak jelas terlihat di antaranya adalah ketika seseorang pergi ke masjid maupun ke majelis taklim maka mereka akan berpakaian rapi dan santun, sedangkan bila mereka sudah keluar dari tempat tersebut menuju aktifitas mereka masing-masing, maka sudah tidak nampak lagi akhlak Islamnya. Sehingga terkesan adalah Islam hanya di masjid, mushalla maupun majelis taklim saja.

Bagaimana akhlaq seorang muslim ketika sebagai seorang politikus, bagaimana akhlaq seorang muslim ketika sebagai seorang pedagang di pasar, bagaimana akhlaq seorang muslim ketika ia tampil di panggunng yang disaksikan oleh orang banyak, bagaimana akhlaq seorang muslim ketika sebagai seorang seniman ataupun desainer pakaian dan seterusnya, yang membingkai dalam kehidupan seorang muslim, maka itulah "Muslim Sejati".


Tambah Komentar
Nama (*) :
Email :
Website :
Komentar (*) :

(Masukan kode dalam gambar)