ALQuran SelulerALQuran SelulerALQuran Seluler

Layanan SMS berisi pesan pribadi dari para nara sumber, yaitu para penceramah kondang dari kalangan Muslim di Indonesia

Aa GYMREG <spasi> GYM
kirim sms ke 4209

Untuk terima SMS harian langsung dari Aa -Gym mengenai ayat-ayat AL-Quran

Arifin IlhamREG <spasi> ARIFIN
kirim sms ke 4209

Untuk terima SMS harian langsung dari Arifin Ilham mengenai ayat-ayat AL-Quran

Ihsan TandjungREG <spasi> IHSAN
kirim sms ke 4209

Untuk terima SMS harian langsung dari Ihsan Tandjung mengenai ayat-ayat AL-Quran

DidinREG <spasi> DIDIN
kirim sms ke 4209

Untuk terima SMS harian langsung dari Didin Hafidhuddin mengenai ayat-ayat AL-Quran

LutfiahREG <spasi> Lutfiah
kirim sms ke 4209

Untuk terima SMS harian langsung dari Lutfiah Sungkar mengenai ayat-ayat AL-Quran

WijayantoREG <spasi> wj
kirim sms ke 4209

Untuk terima SMS harian langsung dari Wijayanto mengenai ayat-ayat AL-Quran


Do'a Dan Usaha

Kategori: Konsultasi | 05 Pebruari 2008 17:10:21

ketika masa kuliah saya menjadi aktivis kampus yang cukup dikenal. kebetulan saya mempunyai hobi menulis, jadi tidak heran nama saya sering menghiasi koran setempat dan saya pun menjadi pemred koran mahasiswa pada waktu itu. hobi saya membaca dan menulis. seumur hidup saya, mempunyai dua "cita-cita besar" yang justru saya mendapatkan sebaliknya. pada waktu itu ibadah saya cukup rajin plus sholat malam. apapun yang saya inginkankan/hajatkan saya senantiasa memulainya dengan shalat tahajud. dua cita-cita besar yang tidak pernah kesampaian itu adalah: menjuarai lomba karya tulis ilmiah, mencapai gelar purna sarjana (ilmuwam, S3), dan mempunyai istri yang shalehah. saya telah usahakan ketiga hal tersebut berulang-lang dan do'a, tapi yang saya dapatkan adalah tidak pernah juara, gelar mentok di S1, dan mendapatkan istri (janda) yang malas shalat. sekarang saya malah malas mendirikan shalat jika tidak benar-benar fokus. Catatan: saya sudah mengubur ketiga hal tersebut karena usia saya sudah kepala 4 dan tentu saya tidak pernah lepas bersyukur. Subhannallah, Alhamdulillah, Allahuakbar.

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillahi rabbil 'alamin, Wash-shalatu wassalamu'ala rasulil amin, amma ba'du.

Allah swt. Tuhan Yang MahaTahu dan MahaKuasa telah memerintahkan kita untuk berusaha, bekerja, mengeluarkan jerih payah dan berharap yang terbaik bagi diri kita (berdo'a). Sekiranya hal tersebut sia-sia atau tidak berguna bagi takdir kita maka tentunya Allah tidak akan memerintahkannya.

Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. [QS.Ar Ra'd 11]

Dan Tuhanmu berfirman: "Berdo`alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina". [QS.Al Mu'min 60]

Menurut seorang ulama, sebenarnya tidak ada do'a yang sia-sia. Karena Allah akan membalasnya dengan cara yang terbaik menurut-Nya. Do'a dapat terwujud dalam tiga bentuk, yaitu terkabulnya do'a, tidak terkabul sesuai harapan di dunia namun menjadi pemberat timbangan di akhirat dan terakhir dapat menjadi penolak bala'/bencana. Yang mana yang akan diberikan oleh Allah maka Allah Maha tahu yang mana yang paling dibutuhkan oleh manusia yang memanjatkan do'a kepada-Nya.

Kita hendaknya tidak hanya percaya kepada Allah bahwa Dia Maha mengetahui apa yang terbaik buat hambaNya, akan tetapi hendaknya kita juga mempercayakan sepenuhnya jalan takdir kepadaNya setelah semua usaha dan do'a yang telah kita lakukan.. Karena mempercayakan punya tingkatan yang lebih tinggi yang membuat kita bukan sekedar yakin, namun menyerahkan diri sepenuhnya kepadanya atas apa yang kita yakini.

Terkadang dalam pengakuan, kita percaya kepada kebesaran dan kemahakuasaan Allah swt. namun tidak melakukan penyerahan secara total (mempercayakan) sehingga kita tetap merasa khawatir, gentar ataupun ragu tatkala tak juga datang pertolongan-Nya ataupun tak kunjung dikabulkan do'anya.

Jika kita benar mengenal Allah maka kita mempercayakan hidup kita di tangan-Nya. Karena di luar semua keterbatasan logika berpikir (apapun yang kita cita-citakan), maka hendaknya kita tahu bahwa Allah Maha luas pengetahuannya untuk dapat menentukan yang terbaik bagi hidup kita.

Terhentinya pendidikan di S1 bukan berarti berhenti untuk belajar, berkarya dan berdakwah terlebih bagi seorang aktifis. Begitu juga anda mendapatkan seorang istri (janda), kita berprasangka baik kepada Allah, mungkin Allah hendak menjadikan wanita tersebut shalehah melaui upaya dan usaha anda sehingga Allah tidaklah salah bila memberikana anda pendamping seorang janda, karena keshalihan dan tidak itu merupakan pilihan dan usaha.

Selama masih ada kesempatan maka teruslah berusaha hingga tertutup kemungkinan, karena takdir adalah nasib akhir yang kita dapatkan setelah melakukan usaha maksimal dan sikap kita atas hasil akhir inilah yang akan membuktikan apakah kita "percaya" atau "mempercayakan' hidup kita pada Allah. Jika kita "mempercayakan" hasil akhir kepada Allah, maka kita yakin, setelah semua doa dan usaha yang maksimal, maka inilah yang terbaik dari-Nya meski tidak sesuai dengan harapan dan do'a kita.

Wallahu A'lam Bish-Shawab

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Kirim Konsultasi
Untuk konsultasi, kirimkan pertanyaan anda ke email

Dunia Islam
Artikel sebelum nya